Kamis, 28 Desember 2017

Makalah Implementasi Sistem Informasi pada Perusahaan Penerbitan dan Percetakan

Disusun Oleh:Kelompok VIIDhaniar Wahyu Sharfina Dimas Ardiansyah Jessica Fitri Damayanti Rara Aisyah Rusdian
KATA PENGANTAR
  Segala puji kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat-Nya  lah, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul : IMPLEMENTASI/PENERAPAN SISTEM INFORMASI PADA INDUSTRI PENERBITAN DAN PERCETAKAN.
Sistem Informasi selalu berada disekitar manusia, dan sudah banyak membantu dalam kehidupan manusia saat ini. Termasuk dalam industri penerbitan dan percetakan. Karena itulah tujuan makalah ini dibuat untuk mengetahui penerapan sistem informasi pada industri penerbitan dan percetakan.
Kami akui masih terdapat banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini. Namun kami berharap makalah ini dapat menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat dipergunakan sebaik-baiknya.
Jakarta, 27 November 2017













DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………..ii
DAFTAR ISI………………………………………………………………………………....iii
BAB I         PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG………..………………………….…….………………1
B.     RUMUSAN MASALAH………………………………...…………………...1
C.     MAKSUD DAN TUJUAN…………………………………...………………1
D.    METODE PENULISAN……………………………...………………………2
BAB II                   LANDASAN TEORI
A. SISTEM INFORMATIKA…………………………………………………….3
B.  ILMU PENERBITAN…………………………………………………………3
C.  ILMU PERCETAKAN………………………………………………………..3
BAB III      PROFIL PERUSAHAAN
A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN……………………………………...4
B.  SEJARAH PERUSAHAAN…………………………………………………..5
C.  STRUKTUR ORGANISASI………………………………………………….5
BAB IV     PEMBAHASAN
A. IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PADA INDUSTRI………………7
BAB V      PENUTUP
KESIMPULAN……………………………………………………………..……9
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………..….10

 BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Sistem Informasi telah ada di sekitar manusia sejak dahulu kala, dan semakin berkembang mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju. Selain itu, sistem informasi juga sudah banyak membantu mempermudah manusia dalam menjalankan segala kegiatan.
Terdapat berbagai cara dalam menerapkan sistem informasi pada  bidang-bidang tertentu. Antara lain, penerapan sistem informatika pada industry penerbitan dan percetakan, dimana industry penerbitan dan percetakan sebagai industry yang menggerakkan roda kebudayaan dunia.
Sehingga dibuatlah makalah ini untuk mengetahui bagaimana penerapan sistem informatika pada industry penerbitan dan percetakan yang memang bersangkutan dengan program studi kami yaitu penerbitan.
B.   Rumusan Masalah
·      Bagaimana implementasi/penerapan sistem informasi pada industry Penerbit Mizan?
·      Apa saja perangkat teknologi informasi yang di gunakan pada Penerbit Mizan?
·      Bagaimana implementasi/penerapan sistem informasi manajemen yang berupa prosedur-prosedur kerja?

C.   Maksud dan Tujuan
·      Mengetahui implementasi/penerapan sistem informasi pada Penerbit Mizan
·      Mengetahui perangkat teknologi informasi yang digunakan pada penerbit Mizan
·      Mengetahui penerapan sistem informasi pada manajemen prosedur kerja

D.  Metode Penulisan
MetodePustaka/standar
Dengan mempelajari dan mengumpulkan data dari pustaka yang berhubungan dengan alat baik berupa buku maupun internet

BAB II
LANDASAN TEORI


A.  SISTEM INFORMASI
Sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi. Menurut Burch & Grudnistki (1989) Sistem informasi yang terdiri dari komponen-komponen (perangkat keras, perangkat lunak, database, telekomunikasi, manusia) disebut dengan istilah blok bangunan yaitu blok masukan, blok model, blok keluaran, blok teknologi, blok basis data, dan blok kendali.

B.   ILMU PENERBITAN
Penerbitan merupakan kegiatan intelektual dan professional dalam menyiapkan naskah, menyunting naskah, dan menghasilkan berbagai jenis bahan publikasi, kemudian memperbanyak dan menyebarluaskan untuk kepentingan umum.

C.   ILMU PERCETAKAN
Dalam sebuah hipotesa klasik, dkatakan bahwa manusia dalam kegiatan kehidupannya akan membutuhkan produk grafika dari sejak lahir hingga meninggal. Sering disebut dengan grafika sebagai the mother of culture.
Definisi grafika (leksikon grafika) itu sendiri adalah segala cara pengungkapan, gagasan, perasaan, pengalaman, dengan huruf, tanda, dan/atau gambar yang diperbanyak dengan mencetak.




BAB III
PROFIL PERUSAHAAN

A.  Gambaran Umum Perusahaan
Nama Perusahaan   :Mizan Publishing House
Pemilik                  : Haidar Bagir
Tahun Didirikan     : 1983
Visi                       : Masyarakat beradab dan sejahtera dalam kerangka kehidupan                       beragama yang berorientasi kemajuan
Misi                      : Menyebarluaskan hikmah kepada masyarakat Indonesia dan                         global melalui konten-konten yang mencerahkan
Lini-lini Mizan       : Penerbit Qanita, Kaifa, Mizania, DAR!Mizan, Bentang,                              Noura, ALMizan, Pelangi Mizan
Percetakan             : Mizan Grafika Sarana (MGS)
Distribusi              : Mizan Media Utama(MMU),Mandira Dian Semesta(MDS)New                    Media
Alamat                  : Gedung Ratu Prabu 1 Lt.6,TB Simatupang Kav 20,Jakarta                                     Selatan 12560
No.Telp                 : (021)78842005
E-mail                   : mizan.publika@mizan.com
B.   Sejarah Perusahaan
Penerbit Mizan senantiasa berusaha untuk menyuguhkan konten-konten yang bermanfaat dan memberikan inspirasi. Dari hanya menerbitkan 30 judul buku di tahun pertamanya, kini Mizan Grup meluncurkan tidak kurang dari 600 judul buku per tahun. Selain buku, Mizan pun merambah dalam pelbagai pengemasan konten digital dan audio-visual lain, seperti film dan lain-lain.  Sesuai dengan namanya, “Mizan” (yang berarti “timbangan”) selalu berusaha untuk menjadi penyeimbang bagi dengan menyajikan informasi dari pelbagai sudut pandang.
Mizan—dalam bahasa Arab berarti “seimbang”—didirikan pada tahun 1983 oleh tiga mahasiswa beserta dua senior mereka. Dimulai dengan hanya menerbitkan buku-buku terjemahan karya penulis terkemuka dari luar negeri, secara bertahap karakter Mizan menemukan bentuknya melalui penerbitan karya-karya keislaman yang mewakili berbagai sudut pandang, dan digarap secara serius dan modern. Dari hanya menerbitkan sekitar tiga puluh judul buku pada tahun pertamanya, kini Mizan telah berkembang menjadi Kelompok Mizan yang menerbitkan lebih dari 600 judul buku per tahunnya dan sukses menghasilkan karya-karya bestseller. Saat ini Kelompok Mizan bisa disebut sebagai salah satu kelompok penerbit yang paling terkemuka di Indonesia.Kelompok Mizan terdiri dari beberapa lini: penerbitan, distribusi, percetakan dan new media. Di bawah lini penerbittan terdapat beberapa penerbit, yang juga memiliki beberapa imprint di bawahnya. Penerbit Mizan, misalnya, memiliki Qanita, Kaifa, Mizania, dan beberapa imprint lain. Penerbit DAR!Mizan mengkhususkan diri pada prodauk anak dan remaja, dan miliki imprint  seperti CAB serta seri-seri terkenal seperti Kecil-Kecil Punya Karya (KKPK), Fantasteen, PinkBerry Club, Cerita Balita, dan lain-lain.
C.   Struktur Organisasi
                    I.        CEO
                  II.        Kepala Bagian Umum & Personalia, membawahi:
1.    Sekretaris
2.    Sub. Bagian Ekspedisi
3.    Supir
                III.        Mizan Literatu Agen (MLA)
                IV.        Kepala Bagian Redaksi, membawahi:
1. Divisi Khazanah
2. Divisi Kronik
3. Divisi al-Bayan
4. Divisi Arasy
                  V.        Kepala Bagian Redaksi (Umum), membawahi:
1. Divisi Kaifa
2. Divisi Qanita
                VI.        Kepala Bagian Promosi, membawahi:
1. Staf Adm
2. Staf Desain Grafis
              VII.        Keuangan
1. Kasir
2. Staf Adm

BAB IV
PEMBAHASAN

A.  Implementasi Sistem Informasi pada Industri Penerbitan dan Percetakan
Mizan Publishing House merupakan salah satu perusahaan penerbit besar di Indonesia. Berdiri tahun 1983, Mizan sudah melewati aral melintang dalam menerbitkan buku-buku yang berkualitas bagi pembaca Indonesia. Seperti perusahaan-perusahaan kebanyakan, Mizan juga memiliki sistem kerja yang terorganisir.
Mizan memiliki tiga lini besar, yaitu penerbitan, percetakan dan distribusi.
Untuk jenis novel, Penerbit Mizan biasanya melakukan pengadaan naskah dengan berpromosi di bagian belakang buku yang lebih dulu telah diterbitkan. Setelah kira-kira ada penulis yang tertarik, ia mengirimkan naskah ke alamat yang tertera, untuk kemudian disetujui naik cetak oleh Penerbit Mizan.
Mizan juga memiliki penerbit-penerbit di bawahnya yaitu Penerbit Qanita, Kaifa, Mizania, DAR!Mizan, Bentang, Noura, ALMizan, dan Pelangi Mizan
Naskah yang telah diterima diedit di bagian editorial untuk diperiksa penggunaan kata-katanya, EYD, dan didesain.
Tahap selanjutnya adalah bagian distribusi. Untuk pendistribusian, Mizan memiliki lini distribusinya sendiri, yaitu Mizan Media Utama (MMU) dan Mandira Dian Semesta (MDS). MMU mendistribusikan buku-buku Mizan secara luas ke toko-toko buku di Indonesia. MMU juga mengelola toko buku online mizanstore.com serta penjualan e-book berbagai platform. Sementara itu, Mandira Dian Semesta (MDS) mendistribusikan buku-buku luks yang dikemas dalam paket-paket menarik. Saat ini MDS memiliki ribuan book advisor yang berhubungan langsung dengan konsumen, baik melalui jaringan online maupun offline.
Setelah pendistribusian, dummy atau prototype buku diserahkan kepada percetakan untuk dicetak. Untuk hal, ini Mizan juga memiliki percetakan sendiri, yaitu Mizan Grafika Sarana (MGS).
Dalam semua proses di atas, peran sistem informasi sangat penting. Dari awal, naskah yang diterima oleh penerbit adalah informasi utama yang akan disebarkan di masyarakat. Kemudian bagaimana para pekerja mengolah data/informasi yang ada sesuai prosedur (editing, produksi, distribusi). Untuk mencapai tujuan terbentuknya produk berupa buku, maka dibutuhkan teknologi/alat-alat untuk membantu mempermudah hal ini. Diantaranya adalah komputer, baik untuk mengedit, mendesain, ataupun mendata naskah-naskah dari penulis yang masuk. Komputer juga memiliki perangkat-perangkat yang membantu si pekerja, misalnya mouse untuk memudahkan gerak tangan pekerja, CPU sebagai inti dari komputer, monitor sebagai layar penampil segala data, hingga keyboard untuk mengetik dan untuk kebutuhan lain.
Kemudian, diproduksi secara massal di percetakan yang pastinya membutuhkan alat-alat khusus. Misalnya, dari perpindahan tinta ke plano (kertas utuh), kemudian plano menjadi katern (kertas yang sudah dicetak dan dilipat), dan menggabungkan katern-katern menjadi satu pada proses komplit dan jilid. Jilid disini bisa dengan proses perfect binding (lem panas) atau jahit kawat/benang.
Sebagaimana sebuah organisasi, Mizan juga memiliki input, process, dan output-nya. Input-nya adalah naskah-naskah yang masuk dari penulis, termasuk alat-alat untuk membantu tercapainya tujuan penerbit. Process-nya adalah segala bentuk pekerjaan mengolah data dan informasi yang diterima dari luar dibantu alat-alat khusus, output-nya adalah buku-buku penerbit Mizan yang kini tersebar di toko buku manapun.
Adapun jika digambarkan dalam diagram alur atau flow chart adalah:

1.       Pekerja Penerbit Mizan
2.       Alat-alat untuk mengolah naskah, dsb.
3.       Naskah-naskah yang masuk dari penulis
 

Proses mengolah data tersebut:
2.       Mengedit
3.       Mendesain, dll.
 


produk Penerbit Mizan yang kini tersebar di setiap toko buku 

BAB V
KESIMPULAN

Dalam proses penerbitan dan percetakan, penerapan sistem informasi menjadi hal yang dominan. Dimana sejak naskah diterima, akan bergerak pula bagian-bagian yang lain sesuai prosedur untuk mengolah naskah tersebut. Dalam mengolah naskah hingga menjadikannya sebuah buku, dibutuhkan alat-alat khusus untuk membantu terciptanya produk yang diinginkan.
Dari pembahasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa penerapan sistem informasi dalam suatu perusahaan sangatlah penting. Terutama perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan dan percetakan. Jika tidak ada sistem informasi, maka mungkin proses input, process, dan output-nya tidak akan berjalan lancar. Mungkin juga buku-buku dari Penerbit Mizan tidak akan bisa kita nikmati hingga hari ini.

DAFTAR PUSTAKA

elib.unikom.ac.id/download.php?id=166435

Buku dan Pria Berkacamata


Tebal-tipis berdebu

Padahal ia sumber ilmu

Kulitnya mulus tanda jarang disentuh

Hingga suatu waktu

Pria berkacamata itu

Bangkit dari duduk

Sadar akan sesuatu

Mengambil buku

Awal dari dunia yang akan ia tahu

Pacaran dalam Kacamata Islam

Pacaran? Mungkin kata ini sudah nggak asing lagi bagi para kaum remaja. Bahkan dari anak-anak hingga kakek-nenek pun tahu. Siapa yang nggak kenal dengan aktifitas yang satu ini? Yang namanya manusia, gampang banget terpengaruh. Teknologi yang makin berkembang ternyata membuat pemikiran anak-anak zaman sekarang tentang cinta makin berkembang pula. Seakan-akan hidup ini harus selalu diwarnai dengan huru-hara percintaan dan harus ada pasangan untuk berbagi bersama.
            Seperti yang kita tahu, pacaran adalah bagian dari kultur (budaya) Barat. Karena biasanya, bangsa Barat mewajarkan adanya hubungan heteroseksual seperti puppy love (cinta monyet), nge-date, pacaran, dan lain-lain. Di dalam sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran akan terkikis sedikit demi sedikit keimanannya yang akan menghancurkan moral dan akhlaknya. Sudah banyak bukti dari hancurnya moral peradaban modern. Lalu, bagaimana Islam memandang pacaran tersebut?
            Islam jelas menyatakan, bahwa pacaran bukan jalan yang diridhoi Allah, karena lebih banyak mudharatnya. Contohnya, orang yang berpacaran cenderung bertemu, duduk, dan jalan berduaan. Ini saja sudah sebuah pelanggaran syariat dengan yang bukan mahramnya. Padahal HR Bukhari dan Ibnu Abbas meriwayatkan, “Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhulwah) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya.”
            Tabrani dan al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan, “Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati.” Ingatlah juga, bahwa Allah melarang segala sesuatu yang mendekati zina, dan salah satunya adalah pacaran. Tidak bisa dipungkiri, pegangan tangan, pelukan, jalan berduaan, bahkan lirik-lirikan, semua itu bisa mengundang yang namanya zina.
            Nah, disini, peran orang tua sangat berpengaruh bagi pergaulan anak-anaknya, terutama pergaulan dengan lawan jenis. Hati-hatilah, karena setitik keteledoran orang tua terhadap anaknya, bisa berakibat fatal. Coba kita pikirkan lagi, di saat pacaran awalnya memang membuat hati kita bahagia, tetapi akhirnya, banyak juga yang tidak bertahan.

            Islam mengajarkan kebenaran. Tetapi, kenapa masih saja ada di antara kita yang ngaku Islam tapi nggak percaya sama aturan Islam. Yuk, kita jaga kehormatan diri kita. Karena kehormatan diri kita tidak bisa dibayar oleh apapun.

Uniknya Sains dalam Kehidupan Sehari-hari

Tahukah kalian, bahwa banyak rahasia di dunia ini yang belum kita ketahui, khususnya mengenai sains. Di bawah ini, adalah fakta-fakta sains yang ada di dunia:

  1. Semut tidak pernah tidur, lho.
  2.  Lidah dari paus biru ternyata lebih berat dari pada seekor gajah dewasa
  3. Ternyata, indra penciuman kita tidak aktif saat kita tidur
  4. Tahukah kamu mengapa racun tikus sangat efektif? Jawabannya adalah karena tikus tidak dapat muntah
  5. Ternyata, apel masih satu keluarga dengan bunga mawar
  6. Seekor jerapah dapat membersihkan telinga dengan lidahnya yang memiliki panjang 21 cm
  7. Jika kita bersin, ternyata jantung kita berhenti tiap satu millisecond
  8. Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher, dan mengakibatkan kematian
  9. Madu adalah satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk
  10. Gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa lompat

Swimming

Siapa yang suka berenang? Nah, olahraga renang pastinya sudah nggak asing lagi kan di telinga kita. Renang adalah olahraga yang bertumpu pada kecepatan atlet renang dalam berenang. Renang juga menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan pada Olimpiade Athena 1896.
            Perlombaan renang sendiri dimulai pertama kali di Eropa. Sekitar tahun 1800. Kalian tahu renang gaya bebas kan? Nah, ternyata pada tahun 1912, Richard Cavill memperkenalkan gaya ini kepada masyarakat. Masyarakat Inggris juga awalnya tidak suka dengan gerakan renang yang memercikkan air kesana-kemari.
            Organisasi renang banyak terdapat di Hindia Belanda. Diantaranya Perserikatan Berenang Bandung, Perserikatan Berenang Jawa Barat, dan Perserikatan Berenang Jawa Timur. Renang juga memiliki rekor tersendiri lho. Salah satunya perenang Hindia Belanda bernama Pet Stamp mencatat rekor 59,9 detik untuk renang gaya bebas.
            Nah, berenang selain menyenangkan ternyata mempunyai banyak manfaat. Berenang pun dapat membuat bentuk badan menjadi sempurna. Berikut manfaatnya

  1. Pembentukan otot. Karena dengan berenang, otomatis hampir semua otot bekerja, jadi sangat bagus untuk kesehatan
  2. Melatih pernapasan. Berenang dapat memperkuat sistem pernapasan sehingga sangat cocok untuk orang yang menderita penyakit asma
  3. Meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Berenang sama dengan aerobic air, karena dengan menggerakkan tangan dan kaki mampu memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru.
  4. Menambah tinggi badan. Bagi kita yang masih dalam proses pertumbuhan, berenang mampu menambah tinggi badan. Bagi orang dewasa pun bisa memperbaiki postur tubuh agar terlihat lebih tinggi
  5. Mengusir stress. Olahraga memang mampu mengusir stress. Begitu pun dalam gerakan renang yang dilakukan dengan santai dan perlahan mampu meningkatkan hormon endorphin dalam otak sehingga suasana hati lebih tenang. Bersentuhan dengan air pun membuat tubuh lebih sejuk sehingga mempengaruhi suasana hati dan pikiran.

Rahasia Buah

Buah adalah suplemen penting yang baik bagi tubuh kita. Selain manfaatnya yang berlimpah, buah tertentu juga memiliki keunikan lho. Diantaranya adalah buah-buah berikut:
  1. Ada yang pernah lihat pear bersisik? Di Australia, pear bersisik adalah sejenis kaktus dan tanaman beracun.
  2. Mangga punya vitamin C setara dengan jeruk.
  3.  Kiwi mengandung zat actinidin yang bisa digunakan untuk membuat daging empuk.
  4.  Memakan pisang bisa menambah daya ingat.
  5. Kalaua kita mau manga cepat matang, masukkan saja ke dalam paperbag bersama pisang matang.
  6. Antioksidan yang terkandung dalam apel 5x lebih besar daripada pisang
  7. Air jeruk nipis yang suka dikonsumsi para pelaut sebenarnya berfungsi untuk menghindari mabuk laut.
  8.  Satu pohon apel bisa menghasilkan rata-rata sekitar 500 buah apel.
  9.  Apel dapat mengapung dalam air karena 25% kandungan buah apel adalah udara.
  10.  Riset membuktikan, bahwa makan apel bisa mengurangi risiko kanker.
  11. Biji apel adalah racun ringan yang tidak berbahaya bagi manusia
  12. Nanas yang belum matang adalah racun
  13.  Dengan makan pluum, dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.
  14. Pisang mengandung vitamin B6 yang bisa mengontrol kadar gula dalam darah dan membangkitkan mood
  15. Ternyata, semangka punya sepupu, yaitu terong, labu, dan squash.
  16. Kalau kita menanam 1 biji buah jeruk, bisa menghasilkan lebih dari 1 pohon.
  17.  Pisang kaya akan vitamin B-Complex yang bisa menenangkan sistem saraf.
  18. Pisang juga bisa meningkatkan kadar serotonin yang bisa melawan depresi.
  19.  Markisa yang berkerut adalah markisa yang paling manis.
  20.  Buah yang paling umum di dunia adalah jeruk.


Nah, banyak banget manfaat yang bisa kita ambil dari buah-buahan. So, sering konsumsi buah-buahan yaa.

Miskin Bukan Halangan

Siapa yang tak kenal Dahlan Iskan? Salah satu putra terbaik yang dimiliki Indonesia.
            Ya, Dahlan Iskan, lelaki yang tidak pernah ingat kapan tanggal lahirnya ini dahulu adalah orang yang sangat miskin. Bisa dibayangkan, dahuli beliau hanya mempunyai satu buah sarung, serta satu stel baju yang berupa kaos dan celana. Keduanya ia pakai bergantian.
            Dahulu, anak ketiga dari empat bersaudara ini tidak punya sepatu, begitu juga dengan saudara-saudaranya yang lain. Padahal jarak yang ditempuh Dahlan untuk mencapai sekolah berkilo-kilometer jauhnya. Namun, Dahlan dan saudara-saudaranya tetap berjalan sekolah tanpa alas kaki, hingga acap kali mereka merasakan lecet di telapak kaki.
            Dahlan kecil dan saudara-saudaranya sering kali menahan lapar, dan cara Dahlan menyiasati laparnya tersebut adalah dengan mengikatkan sarung ke perutnya. Namun, Dahlan kecil tetaplah seorang pribadi yang tangguh. Ia mengerti bahwa kemiskinan bukan berarti harus meminta-minta dan dikasihani, karena keluarga Dahlan berprinsip: kemiskinan yang dijalani dengan tepat akan mematangkan jiwa.
            Hingga pada suatu hari, ibu Dahlan mengidap suatu penyakit yang membuat perutnya membesar. Dahlan kecil dan keluarganya yang miskin tak mengetahui apa penyakit tersebut, hingga akhirnya ibu Dahlan meninggal. Ketika Dahlan dewasa, Dahlan tahu bahwa itu adalah penyakit kista yang bisa disembuhkan hanya dengan operasi sederhana. Dahlan menyesal dan amat kecewa. Akhirnya ia bertekad untuk menjadi orang pandai, kaya, dan sukses, agar tak ada lagi kejadian seperti itu.
            Pada saat kuliah, Dahlan sangat suka menulis hingga akhirnya ia meninggalkan kuliahnya di Fakultas Hukum IAIN Sunan Ampel dan Universitas 17 Agustus demi hobi yang sangat ia cintai. Hingga akhirnya, Dahlan hijrah ke Samarinda, Kalimantan Timur. Disinilah kesuksesan Dahlan bermula.
            Di Samarinda, Dahlan menjadi reporter sebuah surat kabar lokal, dan banyak yang menyukai gaya tulisannya. Tahun 1976, Dahlan kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai wartawan majalah Tempo, kebetulan saat itu ada peristiwa tenggelamnya Kapal Tampomas dan Dahlan menulis peristiwa itu lalu meletakkannya di headline news Tempo. Tak disangka, hasilnya sangat luar biasa, banyak orang menyukai gaya menulis Dahlan. Inilah yang menjadikan Dahlan diangkat menjadi kepala biro Tempo Jawa Timur.
            Kegiatan tulis menulis Dahlan berlanjut hingga tahun 1982. Ia dipromosikan menjadi pemimpin Koran Jawa Pos, karena melihat prestasinya yang lumayan dan keinginannya berbuat lebih.
            Tahun 1983, Dahlan mengundurkan diri dari kepemimpinannya di Jawa Pos, dan berniat untuk memfokuskan diri kepada perkembangan Jawa Pos. Sampai akhirnya, Jawa Pos yang tadinya hanya berupa koran lokal, berkembang menjadi majalah dan surat kabar di daerah lain. Selain itu, Dahlan juga melirik media elektronik dengan mendirikan stasiun TV lokal Surabaya, yaitu JTV dan SBO, di Batam bernama Batam TV, di Makassar bernama FMTV, Palembang bernama PTV, Parahyangan TV di Bandung, dan 34 stasiun lokal di kota-kota lainnya.
            Dahlan juga membangun gedung pencakar langit yang terkenal di Surabaya bernama Graha Pena, dan membangunnya pula di Jakarta. Tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk menjadi menteri BUMN yang saat itu dirinya sedang menjabat sebagai Direktur Utama PLN.
            Nah, itulah kisah singkat mengenai Pak Dahlan Iskan. Kisah beliau menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dan tentunya keadaan yang miskin bukan penghalang untuk menjadi apa yang kita inginkan. Yang pasti, asalkan ada niat dan kemauan untuk memulai, ya. Setuju?


Sastra Anak Usia Dini

a. Puisi Lagu Dolanan             Mungkin beberapa di antara kita sudah ada yang pernah mendengar tentang ‘dolanan’ ini. Puisi lagu dola...