Kamis, 28 Desember 2017

Pacaran dalam Kacamata Islam

Pacaran? Mungkin kata ini sudah nggak asing lagi bagi para kaum remaja. Bahkan dari anak-anak hingga kakek-nenek pun tahu. Siapa yang nggak kenal dengan aktifitas yang satu ini? Yang namanya manusia, gampang banget terpengaruh. Teknologi yang makin berkembang ternyata membuat pemikiran anak-anak zaman sekarang tentang cinta makin berkembang pula. Seakan-akan hidup ini harus selalu diwarnai dengan huru-hara percintaan dan harus ada pasangan untuk berbagi bersama.
            Seperti yang kita tahu, pacaran adalah bagian dari kultur (budaya) Barat. Karena biasanya, bangsa Barat mewajarkan adanya hubungan heteroseksual seperti puppy love (cinta monyet), nge-date, pacaran, dan lain-lain. Di dalam sosio kultural di kalangan masyarakat agamis, pacaran akan mengundang fitnah bahkan tergolong naif. Mau tidak mau, orang yang berpacaran akan terkikis sedikit demi sedikit keimanannya yang akan menghancurkan moral dan akhlaknya. Sudah banyak bukti dari hancurnya moral peradaban modern. Lalu, bagaimana Islam memandang pacaran tersebut?
            Islam jelas menyatakan, bahwa pacaran bukan jalan yang diridhoi Allah, karena lebih banyak mudharatnya. Contohnya, orang yang berpacaran cenderung bertemu, duduk, dan jalan berduaan. Ini saja sudah sebuah pelanggaran syariat dengan yang bukan mahramnya. Padahal HR Bukhari dan Ibnu Abbas meriwayatkan, “Janganlah salah seorang di antara kamu bersepi-sepi (berkhulwah) dengan seorang wanita, kecuali bersama dengan muhrimnya.”
            Tabrani dan al-Hakim dari Hudzaifah juga meriwayatkan, “Lirikan mata merupakan anak panah yang beracun dari setan, barang siapa meninggalkan karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman sempurna hingga ia dapat merasakan arti kemanisannya dalam hati.” Ingatlah juga, bahwa Allah melarang segala sesuatu yang mendekati zina, dan salah satunya adalah pacaran. Tidak bisa dipungkiri, pegangan tangan, pelukan, jalan berduaan, bahkan lirik-lirikan, semua itu bisa mengundang yang namanya zina.
            Nah, disini, peran orang tua sangat berpengaruh bagi pergaulan anak-anaknya, terutama pergaulan dengan lawan jenis. Hati-hatilah, karena setitik keteledoran orang tua terhadap anaknya, bisa berakibat fatal. Coba kita pikirkan lagi, di saat pacaran awalnya memang membuat hati kita bahagia, tetapi akhirnya, banyak juga yang tidak bertahan.

            Islam mengajarkan kebenaran. Tetapi, kenapa masih saja ada di antara kita yang ngaku Islam tapi nggak percaya sama aturan Islam. Yuk, kita jaga kehormatan diri kita. Karena kehormatan diri kita tidak bisa dibayar oleh apapun.

Uniknya Sains dalam Kehidupan Sehari-hari

Tahukah kalian, bahwa banyak rahasia di dunia ini yang belum kita ketahui, khususnya mengenai sains. Di bawah ini, adalah fakta-fakta sains yang ada di dunia:

  1. Semut tidak pernah tidur, lho.
  2.  Lidah dari paus biru ternyata lebih berat dari pada seekor gajah dewasa
  3. Ternyata, indra penciuman kita tidak aktif saat kita tidur
  4. Tahukah kamu mengapa racun tikus sangat efektif? Jawabannya adalah karena tikus tidak dapat muntah
  5. Ternyata, apel masih satu keluarga dengan bunga mawar
  6. Seekor jerapah dapat membersihkan telinga dengan lidahnya yang memiliki panjang 21 cm
  7. Jika kita bersin, ternyata jantung kita berhenti tiap satu millisecond
  8. Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher, dan mengakibatkan kematian
  9. Madu adalah satu-satunya makanan yang tidak bisa busuk
  10. Gajah adalah satu-satunya hewan yang tidak bisa lompat

Swimming

Siapa yang suka berenang? Nah, olahraga renang pastinya sudah nggak asing lagi kan di telinga kita. Renang adalah olahraga yang bertumpu pada kecepatan atlet renang dalam berenang. Renang juga menjadi salah satu cabang olahraga yang dilombakan pada Olimpiade Athena 1896.
            Perlombaan renang sendiri dimulai pertama kali di Eropa. Sekitar tahun 1800. Kalian tahu renang gaya bebas kan? Nah, ternyata pada tahun 1912, Richard Cavill memperkenalkan gaya ini kepada masyarakat. Masyarakat Inggris juga awalnya tidak suka dengan gerakan renang yang memercikkan air kesana-kemari.
            Organisasi renang banyak terdapat di Hindia Belanda. Diantaranya Perserikatan Berenang Bandung, Perserikatan Berenang Jawa Barat, dan Perserikatan Berenang Jawa Timur. Renang juga memiliki rekor tersendiri lho. Salah satunya perenang Hindia Belanda bernama Pet Stamp mencatat rekor 59,9 detik untuk renang gaya bebas.
            Nah, berenang selain menyenangkan ternyata mempunyai banyak manfaat. Berenang pun dapat membuat bentuk badan menjadi sempurna. Berikut manfaatnya

  1. Pembentukan otot. Karena dengan berenang, otomatis hampir semua otot bekerja, jadi sangat bagus untuk kesehatan
  2. Melatih pernapasan. Berenang dapat memperkuat sistem pernapasan sehingga sangat cocok untuk orang yang menderita penyakit asma
  3. Meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Berenang sama dengan aerobic air, karena dengan menggerakkan tangan dan kaki mampu memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru.
  4. Menambah tinggi badan. Bagi kita yang masih dalam proses pertumbuhan, berenang mampu menambah tinggi badan. Bagi orang dewasa pun bisa memperbaiki postur tubuh agar terlihat lebih tinggi
  5. Mengusir stress. Olahraga memang mampu mengusir stress. Begitu pun dalam gerakan renang yang dilakukan dengan santai dan perlahan mampu meningkatkan hormon endorphin dalam otak sehingga suasana hati lebih tenang. Bersentuhan dengan air pun membuat tubuh lebih sejuk sehingga mempengaruhi suasana hati dan pikiran.

Rahasia Buah

Buah adalah suplemen penting yang baik bagi tubuh kita. Selain manfaatnya yang berlimpah, buah tertentu juga memiliki keunikan lho. Diantaranya adalah buah-buah berikut:
  1. Ada yang pernah lihat pear bersisik? Di Australia, pear bersisik adalah sejenis kaktus dan tanaman beracun.
  2. Mangga punya vitamin C setara dengan jeruk.
  3.  Kiwi mengandung zat actinidin yang bisa digunakan untuk membuat daging empuk.
  4.  Memakan pisang bisa menambah daya ingat.
  5. Kalaua kita mau manga cepat matang, masukkan saja ke dalam paperbag bersama pisang matang.
  6. Antioksidan yang terkandung dalam apel 5x lebih besar daripada pisang
  7. Air jeruk nipis yang suka dikonsumsi para pelaut sebenarnya berfungsi untuk menghindari mabuk laut.
  8.  Satu pohon apel bisa menghasilkan rata-rata sekitar 500 buah apel.
  9.  Apel dapat mengapung dalam air karena 25% kandungan buah apel adalah udara.
  10.  Riset membuktikan, bahwa makan apel bisa mengurangi risiko kanker.
  11. Biji apel adalah racun ringan yang tidak berbahaya bagi manusia
  12. Nanas yang belum matang adalah racun
  13.  Dengan makan pluum, dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh.
  14. Pisang mengandung vitamin B6 yang bisa mengontrol kadar gula dalam darah dan membangkitkan mood
  15. Ternyata, semangka punya sepupu, yaitu terong, labu, dan squash.
  16. Kalau kita menanam 1 biji buah jeruk, bisa menghasilkan lebih dari 1 pohon.
  17.  Pisang kaya akan vitamin B-Complex yang bisa menenangkan sistem saraf.
  18. Pisang juga bisa meningkatkan kadar serotonin yang bisa melawan depresi.
  19.  Markisa yang berkerut adalah markisa yang paling manis.
  20.  Buah yang paling umum di dunia adalah jeruk.


Nah, banyak banget manfaat yang bisa kita ambil dari buah-buahan. So, sering konsumsi buah-buahan yaa.

Miskin Bukan Halangan

Siapa yang tak kenal Dahlan Iskan? Salah satu putra terbaik yang dimiliki Indonesia.
            Ya, Dahlan Iskan, lelaki yang tidak pernah ingat kapan tanggal lahirnya ini dahulu adalah orang yang sangat miskin. Bisa dibayangkan, dahuli beliau hanya mempunyai satu buah sarung, serta satu stel baju yang berupa kaos dan celana. Keduanya ia pakai bergantian.
            Dahulu, anak ketiga dari empat bersaudara ini tidak punya sepatu, begitu juga dengan saudara-saudaranya yang lain. Padahal jarak yang ditempuh Dahlan untuk mencapai sekolah berkilo-kilometer jauhnya. Namun, Dahlan dan saudara-saudaranya tetap berjalan sekolah tanpa alas kaki, hingga acap kali mereka merasakan lecet di telapak kaki.
            Dahlan kecil dan saudara-saudaranya sering kali menahan lapar, dan cara Dahlan menyiasati laparnya tersebut adalah dengan mengikatkan sarung ke perutnya. Namun, Dahlan kecil tetaplah seorang pribadi yang tangguh. Ia mengerti bahwa kemiskinan bukan berarti harus meminta-minta dan dikasihani, karena keluarga Dahlan berprinsip: kemiskinan yang dijalani dengan tepat akan mematangkan jiwa.
            Hingga pada suatu hari, ibu Dahlan mengidap suatu penyakit yang membuat perutnya membesar. Dahlan kecil dan keluarganya yang miskin tak mengetahui apa penyakit tersebut, hingga akhirnya ibu Dahlan meninggal. Ketika Dahlan dewasa, Dahlan tahu bahwa itu adalah penyakit kista yang bisa disembuhkan hanya dengan operasi sederhana. Dahlan menyesal dan amat kecewa. Akhirnya ia bertekad untuk menjadi orang pandai, kaya, dan sukses, agar tak ada lagi kejadian seperti itu.
            Pada saat kuliah, Dahlan sangat suka menulis hingga akhirnya ia meninggalkan kuliahnya di Fakultas Hukum IAIN Sunan Ampel dan Universitas 17 Agustus demi hobi yang sangat ia cintai. Hingga akhirnya, Dahlan hijrah ke Samarinda, Kalimantan Timur. Disinilah kesuksesan Dahlan bermula.
            Di Samarinda, Dahlan menjadi reporter sebuah surat kabar lokal, dan banyak yang menyukai gaya tulisannya. Tahun 1976, Dahlan kembali ke Surabaya dan bekerja sebagai wartawan majalah Tempo, kebetulan saat itu ada peristiwa tenggelamnya Kapal Tampomas dan Dahlan menulis peristiwa itu lalu meletakkannya di headline news Tempo. Tak disangka, hasilnya sangat luar biasa, banyak orang menyukai gaya menulis Dahlan. Inilah yang menjadikan Dahlan diangkat menjadi kepala biro Tempo Jawa Timur.
            Kegiatan tulis menulis Dahlan berlanjut hingga tahun 1982. Ia dipromosikan menjadi pemimpin Koran Jawa Pos, karena melihat prestasinya yang lumayan dan keinginannya berbuat lebih.
            Tahun 1983, Dahlan mengundurkan diri dari kepemimpinannya di Jawa Pos, dan berniat untuk memfokuskan diri kepada perkembangan Jawa Pos. Sampai akhirnya, Jawa Pos yang tadinya hanya berupa koran lokal, berkembang menjadi majalah dan surat kabar di daerah lain. Selain itu, Dahlan juga melirik media elektronik dengan mendirikan stasiun TV lokal Surabaya, yaitu JTV dan SBO, di Batam bernama Batam TV, di Makassar bernama FMTV, Palembang bernama PTV, Parahyangan TV di Bandung, dan 34 stasiun lokal di kota-kota lainnya.
            Dahlan juga membangun gedung pencakar langit yang terkenal di Surabaya bernama Graha Pena, dan membangunnya pula di Jakarta. Tanggal 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan ditunjuk menjadi menteri BUMN yang saat itu dirinya sedang menjabat sebagai Direktur Utama PLN.
            Nah, itulah kisah singkat mengenai Pak Dahlan Iskan. Kisah beliau menunjukkan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, dan tentunya keadaan yang miskin bukan penghalang untuk menjadi apa yang kita inginkan. Yang pasti, asalkan ada niat dan kemauan untuk memulai, ya. Setuju?


Sabtu, 16 Desember 2017

Berburu Foto di Rooftop PoliMedia

Media sosial dewasa ini sudah menjadi makanan sehari-hari anak muda. Banyak yang bisa dilakukan di media sosial, dari menemukan teman-teman baru, update status, hingga upload foto. Nah, di Politeknik Negeri Media Kreatif, ada salah satu tempat yang jadi sasaran mahasiswa untuk berburu foto-foto yang instagramable, tempat itu adalah rooftop atau puncak gedung E PoliMedia.
            Salah satu alasan mengapa rooftop jadi sasaran adalah karena tempatnya yang terbilang unik. Lantai sepuluh adalah rooftop pertama berupa dua ruangan yang didominasi oleh puing-puing reruntuhan bangunan. Di tiap dindingnya, penuh dengan mural-mural hasil mahasiswa PoliMedia. Banyak burung wallet hitam juga yang berterbangan di dalam ruangan, suara-suara dari burung tersebut menambah keunikan tempat ini. Di luar ruangan, terdapat sebuah tanki biru besar dengan pipa terhubung ke tiap sudut rooftop beserta kabel-kabel di lantai dan di dinding. Ada beberapa tiang besi yang berdiri tegap di sisi kanan rooftop. Pencahayaan yang mengandalkan sinar matahari langsung membuat foto-foto yang ditangkap di tempat ini menjadi lebih menarik.
            Sedangkan di puncak gedung E atau rooftop kedua adalah tempat terbuka yang langsung menghadap ke kawasan kampus UI dan wilayah sekitar PoliMedia. Angin berembus cukup kencang di sana. Rooftop kedua ini tidak kalah menariknya dengan lantai sepuluh tadi. Tidak terlalu banyak mural di dinding tempat ini, karena tempatnya didominasi oleh tiang-tiang besi. Tiang-tiang besi inilah yang biasanya menjadi andalan latar untuk foto-foto tersebut.

            Ya, rooftop PoliMedia adalah tempat yang menyenangkan untuk berburu foto maupun sekadar mencari udara segar. Namun tetap harus diingat bahwa rooftop adalah kawasan kampus yang harus dijaga. Tidak membuang sampah sembarangan dan tidak menjadikan rooftop sebagai tempat berbuat hal-hal negatif salah satunya. Ingat pula bahwa safety first, jangan naik-naik ke atas tiang-tiang besi terlalu tinggi demi mendapatkan angle bagus buat foto ya, PoliMedian.
Di bawah ini beberapa contoh foto yang ditangkap di rooftop PoliMedia:







Jumat, 08 Desember 2017

Ada yang Hilang


Ada yang hilang
Namun entah apa
Pagi ini kilat matanya menyejajari tatapanku
Tuturnya canggung

Ada yang hilang
Namun entah apa
Kadang malah seperti sengaja tak ingin bersua
Padahal aku ingin sekali menyapa

Ada yang hilang
Namun entah apa
Satu dua kesempatan memang pernah
Namun tak lama
Akhirnya hilang lagi dihempas jarum jam

Ada yang hilang
Namun entah apa
Ada sesuatu yang tak ingin ia pertahankan

Senin, 30 Oktober 2017

LATIHAN SISTEM INFORMATIKA

Mata Kuliah: Sistem Informatika
Kelas: Penerbitan 1A
23/10/2017

1.  Teknologi adalah alat yg tujuannya untuk memudahkan kegiatan manusia, dan memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Teknologi tiap saat selalu mengalami peningkatan
Pada Gel. 0 = saat teknologi belum berkembang di dunia
         Gel. 1 = mulai berkembang teknologi cocok tanam
         Gel. 2 = manusia mulai mengembangkan teknologi untuk mesin tenaga
         Gel. 3 = teknologi mesin cerdas/computer yang sudah digunakan manusia

2. Sistem adalah pendekatan yang menekankan pada interaksi untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem menekankan pada prosedurnya sebagai urutan-urutan operasi. Sistem juga memiliki sifat, model, karakteristik, dan klasifikasi

3. Sistem Informasi: kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi
Teknologi Informasi: alat-alat yang menunjang kelancaran sistem informasi. Contoh: komputer dan internet

4. Data: representasi dari suatu fakta yang dimodelkan dalam bentuk simbol-simbol, gambar-gambar, angka-angka, dan huruf-huruf
Contoh dalam bidang penerbitan berarti data biaya produksi naskah, jumlah data yang masuk, presentase penjualan buku, perkiraan nilai jual buku, dll.

5. Alasan investasi pada TI:
ü  Adanya kebutuhan untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi kompetitif
ü  Mengurangi biaya
ü  Meningkatkan fleksibilitas dan tanggapan

6. Informasi: rangkaian data yang telah diproses/diolah ke dalam bentuk lain sehingga memiliki arti/bermanfaat bagi pengguna untuk mencapai tujuan tertentu
Contoh untuk bidang penerbitan: fakta-fakta terpisah mengenai PT. Grasindo diterima dan diolah melalui model informasi menjadi sebuah artikel pengetahuan mengenai PT. Grasindo

7.  Kemampuan SI:
ü  Melakukan komputasi numeric, bervolume besar, dengan kecepatan tinggi
ü  Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar organisasi
ü  Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar
ü  Mempercepat pengetikan dan penyuntingan
     Peranan SI
ü  Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas
ü  Mengaitkan perencanaan, pengerjaan, dan pengendali dalam sebuah subsistem
ü  Mengkoordinasikan subsistem-subsistem
ü  Mengintegrasikan subsistem-subsistem

8. Dalam seluruh sektor industri kreatif, termasuk penerbitan dan percetakan, teknologi dan informasi menjadi suatu hal yang amat dominan. TI pada industry penerbitan berguna untuk menyajikan informasi kepada khalayak luas, membantu memudahkan proses penerbitan (penyeleksian naskah, editing, lay-out, hingga memproduksi), dan menyimpan data-data penting dengan mudah.

9. PDE = Pengelola Data Elektronik (dalam sebuah organisasi, PDE biasanya seorang ahli IT)

10. PDE dalam industri penerbitan perannya antara lain menjaga dan mengatur keadaan perangkat lunak/keras, menyimpan data-data penting dalam satu perangkat, dll. 

Rabu, 11 Oktober 2017

Ajang Berkreasi dalam Puisi di Pekan Karya PoliMedia


            Pekan Karya PoliMedia atau disingkat PKP adalah acara dua tahuan yang diselenggarakan sebagai ajang pameran dari 10 program studi yang ada di kampus PoliMedia Jakarta. Acara yang dihelat dari tanggal 11-13 Oktober 2017 ini tidak hanya diisi dengan pameran 10 program studi, melainkan ada juga talkshow, bazaar makanan dan buku, serta perlombaan. Salah satu lomba yang menarik adalah lomba cipta puisi.
            Lomba cipta puisi yang diadakan Pekan Karya PoliMedia mengangkat tema ‘Orang dibalik Layar’. Perlombaan ini dibuka untuk umum dan tiap peserta dikenakan biaya sebesar 25.000 rupiah. Tiap perlombaan yang diadakan di Pekan Karya PoliMedia ini hanya mengangkat satu juara, hadiah yang diberikan untuk perlombaan cipta puisi berupa uang tunai sebesar 500.000 rupiah.
            Adapun syarat mengikuti lomba cipta puisi ini adalah karya belum pernah diikutsertakan dalam lomba apapun, karya haruslah milik pribadi, dan dilarang menggunakan hak cipta milik pihak lain. Pendaftaran lonba cipta puisi telah ditutup pada tanggal 09 Oktober 2017 kemarin. Menurut Kak Silva Anisa dari program studi Fotografi selaku penanggung jawab perlombaan, sampai hari ini puisi yang masuk berjumlah sembilan puisi. Di hari kedua, akan ada pembacaan puisi oleh pemenang yang berlangsung dari pukul 16.30 sampai 16.45

            Walaupun minat masyarakat terhadap perlombaan cipta puisi ini masih minim, namun minat masyarakat mengenai Pekan Karya PoliMedia ini sendiri terbilang cukup besar. Mulai dari bazaar hingga perlombaan, tidak hanya warga PoliMedia yang berperan aktif tapi juga masyarakat luas di sekitar PoliMedia. Lomba cipta puisi adalah ajang yang baik untuk diadakan terus menerus mengingat minat masyarakat terhadap bahasa dan sastra mulai berkurang, dan lomba cipta puisi adalah salah satu cara untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan puisi itu sendiri.

Bahasa Daerah, Jangan Sampai Punah Tergerus Zaman


     Bahasa Indonesia adalah Bahasa resmi dan Bahasa Negara, namun perlu diingat bahwa Bahasa daerah adalah Bahasa ibu. Dimana keberadaannya menjadi sebab Indonesia disebut sebagai Negara dengan Bahasanya yang beragam. Ethnoloque (2012) mencatat bahwa di Indonesia terdapat 726 bahasa daerah. Namun dewasa ini tampaknya masyarakat kita lebih akrab dengan Bahasa-bahasa baru yang hadir di Indonesia dibandingkan dengan Bahasa ibunya sendiri. Menilik dari apa yang disampaikan Athlas of the World’s Language in Danger of Disappearing, di Indonesia terdapat kurang lebih 640 bahasa daerah yang di dalamnya terdapat kurang lebih 154 bahasa daerah yang harus diperhatikan karena 139 bahasa terancam punah dan 15 bahasa yang telah mati seutuhnya.
            Mengapa Bahasa daerah bisa punah? Perpindahan orang-orang dari desa ke kota sedikit demi sedikit menghilangkan budaya asli yang dimiliki seseorang tersebut. Orang-orang baru cenderung mengikuti apa yang menjadi kehidupannya kini. Apalagi, jika ditambah dengan pernikahan antaretnis. Bukan sesuatu yang salah, mengingat banyak orang Indonesia yang menikah antaretnis.
            Kepunahan Bahasa daerah, tidak selalu buruk dan tidak selalu baik. Sebenarnya ini langkah awal yang baik bagi pengokohan pemakaian Bahasa Indonesia resmi di Negara kita sendiri, mengingat bahwa tujuan Negara ini adalah menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara dan Bahasa resmi. Namun, Bahasa daerah tetap tidak bisa dipunahkan begitu saja, apalagi jika melihat UU Nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, Bahasa, dan lambang Negara yang di dalamnya mengatur pentingnya perlindungan, pelestarian, dan pembinaan Bahasa daerah. Lagipula, Bahasa daerah adalah tanda keberagaman dan kebudayaan yang dimiliki bangsa kita.  Bahkan, Bahasa daerah menjadi pelengkap dalam penggunaan Bahasa Indonesia. Pada awal berlangsungnya pendidikan di Indonesia, Bahasa daerah menjadi pengantar bagi anak-anak yang baru menginjak bangku sekolah dan belum paham betul Bahasa Indonesia.
            Maka, apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah menyikapi masalah ini?
            Tiap daerah telah melakukan perlindungan bagi masing-masing bahasanya. Misalnya Jawa Barat yang berbahasa Sunda, telah ditetapkan perda Bahasa Sunda dimana semua instansi diwajibkan berbahasa sunda, terutama di lingkungan sekolah. Kemudian di daerah Bali, juga ditetapkan perda program kegiatan pembinaan Bahasa Bali, gubernur Bali juga telah membentuk Badan Pembina Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali untuk mewadahi kegiatan-kegiatan yang berkaitaan dengan kehidupan Bahasa, aksara, dan sastra Bali.
            Akhirnya, bagaimanapun juga, Bahasa daerah di Indonesia tak boleh punah. Bahasa Indonesia memang Bahasa Negara, Bahasa pemersatu. Namun, Bahasa daerah adalah tanda betapa beragamnya suku bangsa yang ada di Negara kita. Jangan hilangkan kebudayaan daerah dengan era, jangan hancurkan Bahasa daerah dengan zaman.


Sastra Anak Usia Dini

a. Puisi Lagu Dolanan             Mungkin beberapa di antara kita sudah ada yang pernah mendengar tentang ‘dolanan’ ini. Puisi lagu dola...